Cara Menanam Bambu Jepang


Unduh PDF


Unduh PDF

Bambu merupakan pohon dari jenis jukut-rumputan yang deras dan berkayu nan biasa digunakan cak bagi furnitur atau lantai. Seandainya ditanam di kebun, Beliau bisa menggunakannya sebagai pohon hias nan luas atau cerocok nan padat. Jikalau telah memiliki bambu, Anda dapat memperbanyak tanaman ini dengan mudah menggunakan setek (racikan) bermula buntang bambu, atau berpangkal rimpangnya (mayit meluas di bawah tanah).

  1. 1

    Tusuk bambu menunggangi organ yang tepat dan kudus.
    Peranti yang harus digunakan tergantung pada ukuran dan ketebalan bambu. Jika bambunya tipis dan kecil, siapa Kamu cukup menggunakan pisau nan ekstrem. Apabila buntang bambunya tebal dan samudra, Engkau harus menggunakan gergaji. Instrumen apa lagi nan digunakan, Dia harus mensterilkannya terlebih suntuk menggunakan awahama flat tahapan, misalnya pemutih nan telah diencerkan alias alkohol gosok.[1]

    • Apabila Anda mensterilkan alat pemotong menggunakan pemutih, terlebih dahulu encerkan objek ini dengan air. Racik 1 babak pemutih dengan 32 babak air. Sebagai model, gunakan 1 sdm. (15 ml) pemutih untuk setiap ½ liter air.
  2. 2

    Potonglah bambu dengan pangkat sekitar 25 cm dalam sudut 45°.
    Setiap potongan bambu harus berisi paling 3 atau 4 pokok (node), yaitu semacam cincin yang mengelilingi batang (gelanggang pertemuan antara 2 ruas). Diameter bambu minimal harus mencapai 3 cm hendaknya setek bisa bersemi dengan baik.[2]

  3. 3

    Oleskan ZPT (zat pengatur tumbuh) alias hormon pertumbuhan akar sreg riuk satu ujung setek (ujung adegan bawah).
    ZPT akan mempercepat pertumbuhan akar tunggang setelah setek ditanam nanti. Celupkan ujung rajangan bambu ke privat ZPT dan hilangkan kelebihannya. Sira bisa mendapatkan duli ZPT di toko perladangan atau toko daring.[3]

  4. 4

    Oleskan sekitar 3 mm lilin yang lembut di selingkung bagian got bekas potongan bambu.
    Gunakan lilin yang lembut, misalnya lilin kedelai atau lilin lebah (beeswax). Lilin berguna kerjakan mencegah layon bambu membusuk alias kering. Jangan menghampari lubang di bagian tengah dengan parafin.[4]

  5. 5

    Tancapkan setek sedalam satu kiat ke dalam pot yang telah diisi ki alat tanam.
    Dia bisa menggunakan satu
    polybag
    (saku plastik kerjakan ekstrak/persemaian) cak bagi setiap setek. Tancapkan setek aur ke dalam media tanam hingga 1 pusat tertimbun tanah. Tekan tanah di sekitar setek dengan kuat bagi menyejukkan dompet udara.[5]

  6. 6

    Basahi tanah secara mondial menggunakan botol semprot.
    Tanah harus basah dan terasa lembap ketika disentuh, sekadar tidak berlumpur. Masukkan jari tangan ke dalam tanah sedalam buku jari pertama buat memeriksa tingkat kebasahan alat angkut tanam.[6]

  7. 7

    Masukkan air ke bagian paruh setek.
    Walaupun akarnya tetap akan tumbuh jika media tanam dalam hal lembap, menjaringkan air ke dalam terowongan batang buluh akan membagi tambahan air pada setek. Periksa keluhuran air 2 masa sekali dan jagalah semoga lubang di batang awi selalu terisi air momen tanaman tumbuh.[7]

  8. 8

    Tempatkan pot di lokasi nan suam, tetapi enggak terkena terang surya sinkron, dan sirami secara integral setiap hari.
    Setek bambu harus ditempatkan di lokasi yang teduh momen tanaman tumbuh, semata-mata bukan masalah sekiranya setek terkena minus semarak surya. Bahas tanahnya setiap musim dan usahakan tetap lembap, tetapi jangan sampai ada air yang menggenang di permukaan tanah. Akar tunggang yang sedang tumbuh bisa membusuk sekiranya tergenang air.[8]

    • Kamu dapat menurunkan kantong plastik di atas setek untuk mempertahankan kelembapan tanaman. Namun, ini tak syarat wajib agar setek bisa merecup.[9]
  9. 9

    Tanam buluh di tanah 4 bulan kemudian.
    Sekitar 3-4 minggu kemudian, setek akan tumbuh tinggi dan unjuk banyak tunas dari bukunya. Setelah tumbuh di dalam
    polybag
    selama sekitar 4 bulan, Kamu boleh memindahkan setek ke tanah ladang.[10]

    • Secara perlahan gemburkan tanah di dalam
      polybag
      dengan cetok moga Anda bisa mengeluarkan tanaman dengan mudah. Tempatkan setek bambu ke dalam lubang tanam dengan format sedikit lebih besar daripada sistem perakarannya. Tumpuk setek dengan petak dan siram tanahnya hingga benar-benar basah.
  1. 1

    Ambil setek dengan strata sekitar 25 cm dari bambu nan bau kencur tumbuh.
    Setek yang Anda pilih minimal harus memiliki 2 buku dan 2 ruas (area di antara 2 buku). Tetak bambu dengan sudut 45° memperalat pisau nan tajam.[11]

    • Sebelum mencelah aur, sterilkan pisau menunggangi disinfektan rumah janjang, misalnya pemutih nan mutakadim diencerkan maupun alkohol gosok.
  2. 2

    Rendam taktik setek buluh bagian bawah ke kerumahtanggaan wadah berisi air, dan tempatkan di lokasi yang terang.
    Kunci bambu bagian pangkal harus terendam di n domestik air sehingga setek punya palagan yang mencukupi kerjakan mengoptimalkan akar. Tempatkan setek di lokasi nan mendapatkan sinar matahari lain langsung selama selingkung 6 jam dengan suhu bertambah dari 13°C.[12]

    • Apabila memungkinkan, pilih ajang yang bening mudahmudahan Kamu bisa melihat pertumbuhan akarnya.
  3. 3

    Ubah airnya dua hari sekali.
    Air yang menggenang akan cepat kehabisan oksigen, terutama jika Kamu menanam bambu di sana. Dengan menggilir airnya secara terkonsolidasi, tanaman akan kerap memperoleh nutrisi yang diperlukan buat bertunas.[13]

  4. 4

    Pindahkan setek awi ke n domestik jambangan jikalau akarnya sudah lalu mencapai pangkat sekitar 5 cm.
    Setek memerlukan waktu beberapa minggu untuk menumbuhkan akar. Setelah akar mencapai janjang selingkung 5 cm, pindahkan setek ke dalam pot atau tanah agar pokok kayu boleh terus tumbuh. Tanam setek sedalam kira-kira 3 sentimeter.

Baca :   Lirik Lagu Bunga Di Tepi Jalan
  1. 1

    Gunakan pisau yang tajam untuk memotong rimpang bambu yang memiliki 2-3 semi pertumbuhan.
    Secara hati-hati, bongkar kapling di sekitar sistem perakaran bambu. Carilah babak rimpang yang memiliki 2 ataupun 3 taruk pertumbuhan (area tempat mayit bambu tumbuh nanti). Bakal mendapatkan rimpang, mungkin Anda harus memotong batang bambunya terlebih habis. Gunakan pisau yang mencolok untuk menyelit rimpang nan diinginkan.[14]

    • Jangan memilih rimpang dengan corak yang terlarang maupun bukan merata. Ini menyimbolkan jika rimpang tersebut terserang hama maupun penyakit. Rimpang seperti ini bukan akan bisa tumbuh dengan baik.
    • Hanya ambil rimpang semenjak rumpun awi yang kuat. Jika enggak, Sira boleh membahayakan rumpun bambunya.
  2. 2

    Tempatkan rimpang di dalam pot secara horizontal dengan tunas berada di atas.
    Malar-malar tinggal masukkan media tanam ke dalam pot. Tempatkan rimpang dengan bagian tunas yang baru tumbuh berada di atas. Jika ada fragmen layon bambu yang ikut tergoda rimpang, biarkan ujung potongan mayat bambu mencuat di atas kapling.

  3. 3

    Tutupi rimpang dengan media tanam sekelas sangka-kira 8 sentimeter.
    Tutupi rimpang dengan kendaraan tanam agar bambu tumbuh dan berkembang. Tekan tanahnya dengan kuat mudahmudahan berapit dempang dengan rimpang bambu.[15]

  4. 4

    Curah media tanam dengan gembor.
    Tanahnya harus lalu lempem, tetapi jangan sebatas berlumpur di permukaannya. Tancapkan jari ke dalam petak hingga mencapai buku jari kedua bakal memastikan tanahnya benar-bermoral lembap.[16]

    • Periksa kelembapan media tanam setiap hari dengan jari tangan. Seandainya terasa kering, lakukan penyiraman sebatas tanahnya lempem, tetapi enggak setakat basah kuyup.
    • Terlalu banyak air dapat membuat rimpang membusuk. Jadi, jangan menyiraminya secara jebah.
  5. 5

    Tempatkan pot di lokasi yang teduh selama 4 hingga 6 pekan.
    Jagalah agar pot lain dihinggapi kilap matahari berbarengan. Lokasi terbaik yaitu di samping tembok asing yang teduh atau di bawah naungan pohon besar. Tunas dan akar bambu akan muncul dalam waktu 4 sampai 6 minggu.[17]

    • Pati bambu yang bersemi dari rimpang bisa ditanam di lahan kebun jika suhu pada malam hari mencapai lebih terbit 13°C secara konstan.

Peringatan

  • Awi bisa bertunas dan menyerak dengan cepat. Ketika menanam bambu, cobalah memasang penghambat (misalnya tembok) di sekelilingnya semoga pohon tidak menyebar ke apa arah.

Hal yang Ia Butuhkan

  • Disinfektan rumah tangga
  • Pisau yang mencolok atau gergaji
  • Pot alias
    polybag
  • Wahana tanam
  • ZPT atau hormon pertumbuhan akar tunjang
  • Lilin yang lembut, misalnya lilin madukara
  • Vas semprot
  • Pisau kebun
  • Gembor (kaleng penyiram)

Mengenai wikiHow ini

Pekarangan ini mutakadim diakses sebanyak 17.287 kali.

Apakah artikel ini membantu Anda?

Cara Menanam Bambu Jepang

Source: https://id.wikihow.com/Memperbanyak-Pohon-Bambu

Check Also

Cara Mengatasi Hp Mati Total Tidak Bisa Dicas Baterai Tanam

Cara Mengatasi Hp Mati Total Tidak Bisa Dicas Baterai Tanam. Cara Menyelamatkan Android Nan Bootloop …