Cara Merawat Tanaman Lavender

Apakah Mama menyukai tanaman hias yang bercelup luhur dan memiliki aroma yang wangi? Terimalah, tanaman hias lavender bisa menjadi seleksian yang tepat untuk Mama.

Lavender merupakan bunga indah berwarna ungu yang cukup populer di Indonesia, bahkan di manjapada. Lavender biasanya digunakan sebagai tumbuhan solek di taman atau kebun rumah. Enggak hanya itu, bunga lavender lagi mempunyai manfaat tidak sama dengan bumbu masakan dan minyak esensial.

Merawat lavender perumpamaan tanaman hias bisa terbilang susah susah gampang. Lavender membutuhkan perlindungan khusus bagi bersemi dengan maksimal. Seandainya Mama tertarik cak bagi menguburkan bunga lavender, Mama perlu mengetahui kaidah yang tepat untuk merawatnya.

Nah, kali iniPopmama.com
akan merangkum informasi sekeliling pendirian merawat pohon hias lavender dilansir dari
The Spruce. Langsung doang simak informasinya ayo, Ma!

1. Pastikan lavender mendapatkan kilauan matahari penuh


Pixabay/Couleur

Tumbuhan rias lavender membutuhkan paparan cahaya matahari yang munjung agar dapat tumbuh dengan maksimal. Jika mendapat cuaca matahari yang memadai, tumbuhan lavender bisa menumbuhkan banyak tunas dan semak yang pas osean lho, Ma.

Jangan meletakan tanaman lavender di intern rumah alias dibawah naungan yang menutupi panah matahari. Dengan begitu, lavender boleh mendapatkan paparan sinar surya nan cukup lakukan pertumbuhannya.

2. Lavender tumbuh di petak yang kering

2. Lavender tumbuh tanah kering

Freepik/freepik

Tanaman lavender menyukai persil yang kersang dan mengandung konsentrasi minyak yang rendah. Lahan yang kering dapat menyerap air dengan cepat sehingga akar tanaman lavender bukan akan membusuk. Mama bisa menggunakan pupuk organik dan sedikit pasir untuk drainase,

Untuk menyikut apakah lahan cocok untuk ditanam lavender atau tak, Mama bisa menggali lubang sreg tanah dan mengisinya dengan air. Jika air mengering dengan cepat, maka semupakat buat ditanami bunga lavender. Takdirnya air menggenang dan lama terserap, maka Mama harus meniadakan kapling atau menemukan media lain lakukan menanamnya.

Baca :   Saldo Mengendap Bri Simpedes

Editors’ Picks

3. Jangan plus sering disiram

3. Jangan terlalu sering disiram

Unsplash/8lzz

Lavender adalah tanaman yang pas kuat jika mengalami kehilangan. Saat purwa kali mulai menanam lavender, Mama bisa menyiramnya secara integral.  Setelah itu, lavender berpunya mengotot di kekeringan nan melantur.

Jika Mama kepingin menyiram tanaman lavender, pastikan tanahnya internal keadaan sangar. Pas siram selama beberapa menit lakukan memastikan akarnya benar-benar basah.

Jika Mama tinggal di provinsi yang rajin turun hujan, Mama tidak terlazim menyiram tanaman lavender. Terlalu banyak air bisa menyebabkan tanaman lavender mengalami penyakit jamur dan akar susu busuk.

4. Suhu dan kelembapan

4. Suhu kelembapan

Freepik

Pohon lavender bernas bertahan di berbagai guru, namun tumbuhan lavender cenderung enggak menaksir tempat yang lembap. Oleh karena itu, utama bikin meletakan tanaman lavender di rubrik terbuka nan terwalak paparan sinar matahari.

Ketika hari hujan abu, Mama dapat melindungi tumbuhan lavender dengan meletakkannya di samping dinding yang dapat memberikan perlindungan, namun tetap mendapatkan aliran udara dan panas yang patut.

5. Berikan jamur kiranya tumbuh maksimal

5. Berikan pupuk agar tumbuh maksimal

Freepik/freepik

Mudahmudahan tambahkan segenggam pupuk humus ke dalam korok tanah saat Mama pertama kali menguburkan tanaman lavender. Setelah itu, Mama bisa memberikan pupuk setiap 2 minggu sekali sebaiknya tanaman lavender ternutrisi dan bersemi lebih subur.

6. Pangkas cabang yang mengganggu

6. Pangkas cabang mengganggu

Unsplash/elli19

Agar pohon lavender tetap indah dan terbentuk, Mama bisa menikahi kembali cabang-simpang yang mengganggu setiap beberapa minggu sekali.

Tumbuhan lavender yang lebat akan rentan sangar di beberapa sisinya. Selain itu, bagian jenazah lavender juga berpotensi mengalami kebusukan. Oleh karena itu, sebaiknya Mama rutin menikahi kembali dan merapikan untuk menjaga keindahan tumbuhan lavender.

Baca :   Tepung Sagu Untuk Gerd

Cukuplah, itulah cara merawat pohon hias lavender hendaknya bisa merecup dengan subur. Tanaman lavender bisa arwah setakat 10 waktu, saja akan mengalami penurunan kualitas seiring dengan berjalannya masa. Kaprikornus, Mama boleh menumbuhkan tunas-taruk lavender moga tetap bisa tumbuh merias kebun atau yojana di flat.

Mudahmudahan informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca lagi:

  • 7 Cara Merawat Pohon Janda Bolong cak bagi Pemula
  • 5 Tips Merawat Tumbuhan Kaktus Hias kiranya Tak Cepat Sepi
  • Seharusnya Tidak Layu, Ini Anda 5 Uang sogok Merawat Tanaman Blue Star Fern

Cara Merawat Tanaman Lavender

Source: https://www.popmama.com/life/home-and-living/khopida-rahma/cara-merawat-tanaman-hias-lavender

Check Also

Cara Mengobati Suami Yang Terkena Sihir

Cara Mengobati Suami Yang Terkena Sihir. Cara Mengobati Suami yang Terkena Sihir Pembenci alias Sihir …