Tulang Penyusun Gelang Panggul

Tulang Penyusun Gelang Panggul.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia objektif

Rangka manusia
dewasa plong lazimnya terdiri dari 206 tulang.[1]
Saat lahir, rangka manusia terdiri dari sekitar 270 lemak tulang. Sejumlah sumsum menyatu menjadi satu sehingga jumlah tulang banyak menyusut. Banyak sumsum aksesori sebagaimana sejumlah tulang sesamoid tidak diperhitungkan di intern daftar ini, meskipun tulang-benak tersebut telah mengalami osifikasi.[2]

Rang aksial

[sunting
|
sunting sumber]

Rangka aksial (skeleton axiale) merupakan sumsum-tulang penyusun bagan kepala dan buntang tubuh manusia. Susuk aksial mencangam sekeliling 80 tulang, nan terdiri atas rangka tengkorak dan lembaga layon tubuh.

Tulang kepala

[sunting
|
sunting mata air]

Kranium (calvaria
atau
calva) tersusun atas sekitar 29 tulang yang umumnya benfungsi melindungi atau membantu maslahat organ-gawai yang ada di bagian pembesar dan paras. Pembagian tengkorak bertambah lanjut ke dalam bilang kerubungan rata-rata berbeda-tikai menurut sumber referensinya. Pembagian di bawah ini kali saja tidak setuju dengan beberapa referensi anatomi yang ada.

Diagram bagian-adegan tulang tulang kepala nan tampak berusul sisi kiri, sonder tulang hyoid dan tulang-sumsum pendengaran.

Diagram sumsum-tulang pendengaran di dalam kuping kiri.

Total
tulang
Bahasa Indonesia Bahasa Latin Ket.
Nama awam Tanda ilmiah
Tulang majikan Neurocranium [a]
[3]
[4]
1 Tengkorak pinggul Tulang oksipital Os occipitale
2 Sumsum ubun-ubun Tulang parietal Os parietale
[b]
1 Tulang dahi Tulang frontal Os frontale
2 Benak pelipis Sumsum temporal Os temporale
[c]
1 Tulang baji Tulang sfenoid Os sphenoidale [d]
1 Tulang tapis Benak etmoid Os ethmoidale [d]
Benak wajah Viscerocranium
[e]
[f]
[3]
[4]
2 Benak maksila Tulang maksila Maxilla
[g]
1 Tulang rahang sumber akar Lemak tulang mandibula Mandibula
2 Tulang pipi Tulang zigomatik Os zygomaticum
[h]
2 Tulang langit-langit Sumsum palatina Os palatinum
[i]
2 Tulang indra Tulang nasal Os nasale
[j]
2 Tulang air mata Tulang lakrimal Os lacrimale
[k]
2 Tulang kijing hidung bawah Tulang konka nasalis kelas bawah Concha nasalis inferior
[l]
1 Tulang pisau beluku[m] Tulang vomer Vomer
1 Benak lidah Tulang hyoid Os hyoideum [t]
[5]
Tulang pendengaran[ozon] Ossicula auditus [p]
[3]
[6]
2 Lemak tulang pukul Sumsum maleus Malleus
[q]
2 Tulang lingkaran Tulang inkus Incus
[r]
2 Lemak tulang sanggurdi Tulang stapes Stapes
[s]

Rang batang tubuh

[sunting
|
sunting sendang]

Grafik rajah mayit tubuh yang tampak dari sebelah kiri. Sumsum-tulang anggota gerak (seperti mana tulang-tulang kerokot bahu dan gelang gendong) juga ditampilkan privat tabulasi ini.

Batang tubuh (truncus) n kepunyaan sekitar 51 buah tulang. Benak-sumsum ini biasanya melindungi organ-organ internal batang tubuh, terutama dalaman, rabu, dan saraf-saraf penting, serta menyokong tengkorak.

Jumlah
tulang
Bahasa Indonesia Bahasa Latin Ket.
Nama umum Stempel ilmiah
Rangkaian tulang belakang[horizon] Columna vertebralis [3]
7 Lemak tulang leher Sumsum vertebra servikal[u] Vertebra cervicalis
[v]
12 Sumsum jejak kaki atas[w] Tulang vertebra toraks[x] Vertebra thoracica
[y]
5 Sumsum pinggang[z] Tulang vertebra lumbal[aa] Vertebra lumbalis
[ab]
1[ac] Benak kunci paha Tulang sakrum[ad] Os sacrum [ae]
1[af] Tulang ekor[ag] Tulang koksigis[ah] Os coccygis [ae]
[7]
[8]
Sangkar toraks Cavea thoracis [3]
[9]
[10]
[11]
1 Lemak tulang dada Tulang sternum Sternum
24[ai] Tulang rusuk[aj] Tulang kosta Costa
[ak]
[12]

Segel khusus tulang leher

Beberapa sumsum gala (vertebra servikal) berikut ini memiliki pencadangan tersendiri oleh karena adanya ciri-ciri yang khusus nan dimiliki oleh lemak tulang-tulang tersebut.

  • “Sumsum atlas” (atlas) ialah tera unik untuk sumsum leher purwa (C1). Disebut demikian karena tulang ini menopang dan menyokong tengkorak, mirip sebagaimana biang kerok Kar dalam mitologi Yunani yang menyokong bola langit.[13]
    Kiat atlanto-oksipital laksana penyambung tulang atlas dan tulang pengarah birit (oksipital) memungkinkan tengkorak bisa bergerak menganggut ke atas dan bawah. Tulang atlas yaitu lemak tulang birit yang paling atas.
  • “Tulang aksis” (axis) adalah nama khas kerjakan tulang leher kedua (C2). Disebut demikian karena adanya ciri-ciri nan idiosinkratis pada tulang ini dibandingkan tulang leher lainnya, adalah
    dens
    atau
    prosesus odontoid. Babak
    dens
    nan mencuat seperti titik berat ini beradu dengan tulang atlas mewujudkan rahasia atlanto-aksial, yang menjadikan tulang aksis sebagai poros (aksis) bagi tulang atlas dan tengkorak lakukan memutar ke kiri dan kanan begitu juga as plong besikal.
  • “Tulang vertebra prominens” (vertebra prominens) adalah label khusus untuk sumsum leher ketujuh (C7). Disebut demikian karena sumsum ini memiliki prosesus spinosus yang tahapan dan paling menonjol (prominens), sehingga mungkin saja prosesus tersebut boleh teraba di atas kulit. Hanya dalam sejumlah kasus, tulang gala keenam (C6) atau sumsum jejak kaki pertamalah (T1) yang menonjol.[14]
    [15]
    [16]

Penggolongan tulang rusuk

Berdasarkan bagaimana tulang-tulang tersebut bertumbuk dan terpaku plong tulang dada, sumsum rusuk (kosta) boleh dikelompokkan menjadi 3 jenis.[17]
[18]

  • “Tulang rusuk sejati” atau “tulang kosta vera” (costa vera)[al]
    yaitu tulang rusuk yang melekat langsung plong sumsum dada. Tulang ini umumnya berjumlah 7 pasang atau 14 ruas.
  • “Tulang rusuk palsu” atau “sumsum kosta spuria” (costa spuria)[am]
    adalah benak rusuk yang melekat tidak langsung pada tulang dada. Benak-tulang ini melekat plong sumsum rusuk sejati terbawah atau sesama tulang rusuk palsu dengan lemak tulang rawan. Sumsum ini rata-rata berjumlah 3 pasang atau 6 ruas.
  • “Benak rusuk melayang” maupun “tulang kosta fluktuan” (costa fluctuans)[an]
    adalah lemak tulang rusuk nan tidak melekat adakalanya ke tulang dada dan namun terpaku keluar bersumber tulang pantat seperti mana ranting pohon. Tulang ini rata-rata berjumlah 2 pasang alias 4 ruas.

Bagian-babak tulang dada

Tulang dada (sternum) sreg manusia dewasa lazimnya terdiri berasal 3 bagian. Bagian-bagian ini merupakan sumsum-benak yang terpisah pada saat sosok dilahirkan dan akan bergabung ketika manusia dalam tahun mencecah kedewasaan. Bagian-bagian tersebut yakni:

  • “Hulu lemak tulang dada” atau “manubrium tulang sternum” (manubrium sterni). Bagian ini adv minim lebih berbentuk segi empat dengan bagian sudut sebelah atasnya merupakan tempat melekatnya lemak tulang selangka (klavikula) dan tulang rusuk pertama. Pertemuan antara bagian manubrium dan korpus merupakan panggung melekatnya tulang rusuk kedua.
  • “Badan lemak tulang dada” atau “korpus tulang sternum” (corpus sterni). Bagian ini berbentuk memanjang dan pipih. Babak ini merupakan tempat melekatnya benak rusuk ke-2 hingga ke-7, dengan panggung melekatnya sumsum rusuk ketujuh ialah pada perjumpaan antara bagian korpus dan prosesus xifoid.
  • “Taju pedang” atau “prosesus xifoid” (processus xiphoideus). Bagian kecil ini adalah suatu prosesus yang menonjol dari tulang dada. Prosesus xifoid menjadi tempat melekatnya banyak urat-otot terdahulu, terutama diafragma.
Baca :   Bunga Wijaya Kusuma Vector

Rangka apendikular

[sunting
|
sunting sumber]

Susuk apendikular (skeleton appendiculare) merupakan tulang-tulang perakit rancangan ekstremitas (anggota gerak) cucu adam. Rangka apendikular mencakup sekitar 80 lemak tulang yang terdiri atas tulang beragangan ekstremitas atas dan rangka ekstremitas asal.

Bentuk ekstremitas atas

[sunting
|
sunting sendang]

Susunan kedua ekstremitas atas (membrum superius)[ao]
bagian kiri dan kanan memiliki sejumlah 32 pasang lemak tulang, ataupun total 64 biji zakar lemak tulang. Tulang-tulang ini utamanya main-main dalam menyokong otot agar memungkinkan lengan dan tangan untuk bergerak.

Diagram tulang-tulang puas ekstremitas atas.

Jumlah
tulang
Bahasa Indonesia Bahasa Latin Ket.
Nama umum Nama ilmiah
Gelang bahu Cingulum pectorale [3]
2[ap] Tulang belikat Tulang skapula Scapula
[aq]
[19]
2[ap] Sumsum selangka Lemak tulang klavikula Clavicula
[ar]
[20]
Ulna Ossa brachii
[as]
[3]
2[at] Sumsum lengan atas Sumsum humerus Humerus
[au]
2[at] Tulang pengumpil Tulang jangkauan Radius
[av]
2[at] Ulna Lemak tulang ulna Ulna
[aw]
Tulang tangan Ossa manus [3]
16[ax] Tulang pergelangan tangan Sumsum karpus[ay] Os carpi
[az]
10[ba] Tulang telapak tangan Tulang metakarpus[bb] Os metacarpi
[bc]
[bd]
28[be] Tulang jari tangan Tulang falang Phalanx digiti manus
[bf]
[bd]

Penamaan benak karpus

Benak-tulang karpus puas setiap tangan mempunyai sekeliling delapan tulang nan memiliki pengusulan yang berlainan-beda. Pencadangan tersebut rata-rata diberikan bersendikan tulangtulangan tulangnya.[21]

Carpus.svg

Nama umum Nama ilmiah Nama Latin Abjad
Tulang berlepas Tulang skafoid[bg] Os scaphoideum[bg]
A
Tulang rembulan penoreh Benak lunatum Os lunatum B
Tulang segitiga sama kaki Tulang trikuetrum[bh] Os triquetrum[bh]
C
Tulang bin Lemak tulang pisiform Os pisiforme D
Tulang segi banyak besar Tulang trapesium[bi] Os trapezium[bi]
E
Lemak tulang segi banyak kecil Tulang trapezoid[bj] Os trapezoideum[bj]
F
Tulang kepala Tulang kapitatum[bk] Os capitatum[bk]
G
Sumsum ranggit Tulang hamatum Os hamatum H

Pengklasifikasian tulang falang

Tulang-lemak tulang falang sreg setiap jari tangan dan kaki umumnya terdiri dari 3 macam sumsum, adalah:[21]
[22]

  • “Lemak tulang falang proksimal” ataupun tulang sumber akar (phalanx proximalis),[bl]
    yaitu lemak tulang falang nan menyambung pada tulang metakarpus. Tulang tersebut pada setiap manusia berjumlah 10 pasang ataupun 20 biji kemaluan benak, dengan 10 buah pada per ujung tangan tangan dan 10 biji kemaluan plong masing-masing jemari kaki.
  • “Tulang falang medial” atau lemak tulang tengah (phalanx media),[bm]
    adalah lemak tulang falang nan berlambak pada tengah-tengah jari. Lemak tulang tersebut lega setiap anak adam berjumlah 8 pasang atau 16 buah tulang, dengan 8 buah pada per jemari tangan dan 8 buah pada per jari tungkai. Ibu jemari, baik tangan maupun kaki, tidak memiliki sumsum ini, sehingga sumsum falang distal langsung mengeluh ke tulang falang proksimal.
  • “Tulang falang distal” atau lemak tulang ujung (phalanx distalis),[bn]
    ialah tulang falang yang menyambung sreg tulang metakarpus. Tulang tersebut pada setiap individu berjumlah 10 pasang atau 20 biji zakar tulang, dengan 10 buah plong masing-masing jemari tangan dan 10 biji zakar lega masing-masing jemari kaki.

Rangka ekstremitas radiks

[sunting
|
sunting sumber]

Lemak tulang-sumsum tungkai dan kaki

Kombinasi kedua ekstremitas asal (membrum inferius)[bo]
putaran kiri dan kanan mempunyai sejumlah 31 pasang tulang, atau kuantitas 62 buah tulang. Tulang-sumsum ini utamanya berperan dalam menyokong otot agar memungkinkan kaki untuk bergerak.

Total

tulang

Bahasa Indonesia Bahasa Latin Ket.
Jenama awam Tanda ilmiah
Bilang-bilang bawa Cingulum pelvicum [ae]
[3]
2[bp] Tulang bawa Tulang koksa[bq] Os coxae
[br]
[23]
Tulang tungkai Ossa cruris
[bs]
[3]
2[bt] Lemak tulang paha Lemak tulang femur Femur
[bu]
2[bt] Tulang tempurung dengkul Lemak tulang patela Pattela
[bv]
2[bt] Tulang kering Sumsum tibia Tibia
[bw]
2[bt] Tulang betis Sumsum fibula Fibula
[bx]
Sumsum kaki Ossa pedis [3]
14[by] Benak pergelangan tungkai Tulang tarsus Os tarsi
[bz]
10[ca] Tulang jejak kaki kaki Benak metatarsus Os metatarsi
[cb]
[bd]
28[be] Lemak tulang jari tungkai Tulang falang Phalanx digiti pedis
[cc]
[bd]

Bagian-bagian tulang panggul

Detik manusia dilahirkan, tulang panggul terdiri berpokok 3 tulang terpisah yang tertuju satu sama tidak oleh tulang rawan hialin berbentuk Y pada asetabulum. Setelah memasuki pubertas sampai mencapai umur kira-kira 25 perian, tulang ini akan menyatu satu sama lain dan tulang halus akan mengalami osifikasi, sehingga akan terdidik sebuah tulang gendong yang utuh. Tulang-lemak tulang terpisah tersebut yaitu:

  • “Tulang usus” atau “tulang ilium” (os ilium).[cd]
    Benak ini merupakan tulang terbesar dibandingkan dengan kedua sumsum penggubah tulang bopong lainnya. Lemak tulang ini melekat lega tulang kelangkang (sternum) dan membentuk begitu juga “sayap” untuk tulang panggul.
  • “Lemak tulang duduk” ataupun “tulang iskium” (os ischii).[ce]
    Sumsum ini terletak di bagian minimal pangkal dan belakang pada benak bawa. Sesuai namanya, tulang ini merupakan lemak tulang yang mendapat tekanan yang paling besar pada saat bani adam duduk.
  • “Tulang kemaluan” atau “tulang duduk” (os pubis).[cf]
    Tulang ini merupakan tulang terkecil dibandingkan dengan dengan kedua tulang pembentuk tulang gendong lainnya. Kedua sumsum kemaluan bertemu satu sekufu lain dengan tulang rawan yang disebut “simfisis pubis” (symphysis pubica).
Baca :   Macam Macam Jenis Tanaman Aglaonema

Pengemukaan tulang tarsus

Lemak tulang-tulang tarsus pada setiap kaki n kepunyaan seputar tujuh tulang yang memiliki penamaan yang berbeda-cedera. Pengemukaan tersebut biasanya diberikan berdasarkan bentuk lemak tulang atau letaknya.[22]

Tarsus.png

Stempel umum Tanda ilmiah Tanda Latin Leter
Lemak tulang tumit Tulang kalkaneus[cg] Calcaneus[cg]
A
Lemak tulang loncat Sumsum talus[ch] Talus[ch]
B
Tulang dadu Tulang kuboid Os cuboideum C
Lemak tulang kapal Tulang navikular Os naviculare D
Tulang baji ketiga Tulang kuneiform lateral[ci] Os cuneiforme laterale[ci]
E
Tulang baji kedua Sumsum kuneiform intermedia[cj] Os cuneiforme intermedium[cj]
F
Benak baji pertama Tulang kuneiform medial[ck] Os cuneiforme mediale[ck]
G

Lihat pula

[sunting
|
sunting perigi]

  • Buram
  • Buram manusia
  • Tulang
  • Anatomi
  • Ilmu tasyrih basyar
  • Urat
  • Otot manusia

Tulisan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Tengkorak cahaya muka atau
    neurocranium
    mencangam delapan tulang yang mereservasi dalang.

  2. ^

    Susuk jamaknya adalah
    ossa parietalia.

  3. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    ossa temporalia.
  4. ^


    a




    b



    Lemak tulang baji dan tulang penapis terkadang dihitung sebagai tulang wajah (viscerocranium).

  5. ^

    Juga disebut
    Splanchnocranium.

  6. ^

    Kranium wajah ataupun
    Viscerocranium
    mencakup tulang-benak yang mewujudkan dan menyokong fungsi organ-organ pada wajah.

  7. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    maxillae.

  8. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    ossa zygomatica.

  9. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    ossa palatina.

  10. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    ossa nasalia.

  11. ^

    Tulangtulangan jamaknya adalah
    ossa lacrimalia.

  12. ^

    Bagan jamaknya merupakan
    conchae nasales inferiores.

  13. ^

    Juga disebut “tulang netra tenggala”.

  14. ^

    Berlandaskan referensi sumbernya, pengelompokkan tulang pengecap atau tulang hyoid ke intern satu kerumunan dapat dilakukan dengan 3 mandu:

    • Dalam gerombolan solo, adalah kelompok “lidah” (lingua). Tulang hyoid bukan tersambung secara serta merta dengan sendi atau ligamen ke tulang-sumsum roman, tetapi tersambung secara tak langsung melalui tendon dan urat. Oleh karena terpisah bersumber tulang-tulang lainnya inilah, tulang tersebut dimasukkan ke dalam kelompok yang tersendiri.
    • Dalam kelompok “leher” (cervix
      alias
      collum). Oleh karena letaknya yang berpunya di leher, sumsum indra perasa terkadang dikelompokkan bersama tulang leher privat kelompok leher.
    • Intern kerumunan “tengkorak cahaya muka” (viscerocranium
      alias
      splanchnocranium). Oleh karena fungsi tulang hyoid yang kontributif fungsi organ di bagian wajah, yaitu lidah, benak ini cerbak dikelompokkan ke n domestik susuk kranium wajah.


  15. ^

    Disebut juga tulang-benak “osikel” atau “osikula”.

  16. ^

    Tulang-tulang pendengaran terdapat di kuping tengah, di antara gendang telinga dan koklea.

  17. ^

    Bentuk jamaknya merupakan
    mallei.

  18. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    incudes.

  19. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    stapedes.

  20. ^

    Disebut kembali “tulang bekas kaki”.

  21. ^

    Sering disingkat “tulang servikal”.

  22. ^

    Bagan jamaknya adalah
    vertebrae cervicales.

  23. ^

    Disebut pun “benak belakang atas”.

  24. ^

    Sering disingkat “lemak tulang toraks”.

  25. ^

    Bentuk jamaknya yakni
    vertebrae thoracicae.

  26. ^

    Disebut juga “tulang punggung asal” ataupun “tulang belakang bawah”.

  27. ^

    Comar disingkat “tulang lumbal”. Disebut juga “lemak tulang vertebra lumbar” atau “sumsum lumbar”.

  28. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    vertebrae lumbales. Istilah lainnya yakni
    vertebra lumbaris
    (jamak:
    vertebrae lumbarium).

  29. ^

    Tulang kelangkang manusia pada saat dilahirkan umumnya berjumlah 5 ruas. Ruas-ruas tersebut akan menyatu menjadi sebuah tulang celah kangkang yang utuh ketika manusia dalam waktu remaja.

  30. ^

    Disebut lagi “benak vertebra sakral” ataupun “tulang sakral”. Perlu dicatat bahwa perkenalan awal
    sakral
    di sini merupakan muradif dari
    sakrum.
  31. ^


    a




    b




    c



    Gelang panggul (cingulum pelvicum) merupakan penggalan rangka yang terdiri terbit dua tulang bawa (os coxa). Sementara itu, gabungan dari lemak tulang-pelvis dan tulang-tulang pinggul (sumsum selangkang dan sumsum ekor) disebut seumpama “rangka panggul”.

  32. ^

    Macam kuantitas ruas benak ekor masing masing insan manusia cukup beraneka rupa, di mana besaran ruas tulang ekor manusia yang baru dilahirkan kebanyakan berjumlah antara 3 hingga 5 ruas, sehingga rata-rata kuantitas lemak tulang ekor individu nan bau kencur lahir ialah selingkung 4 ruas. Ruas-ruas tulang ekor tersebut akan berintegrasi pada saat manusia intern masa muda. Namun, jumlah ruas tulang ekor sehabis pemberkasan masih kerap menjadi perdebatan. Peristiwa ini disebabkan karena segmen-segmen pada sumsum ekor yang bukan jelas sehingga membuat pengalokasian tulang secara jelas jarang dilakukan. Selain itu, hasil kuantitas tulang ekor setelah menyatu dapat berbeda-tikai lakukan masing-masing individu. Bikin alasan kesederhanaan, jumlah tulang ekor plong artikel ini akan ditetapkan sebagai “satu”.

  33. ^

    Disebut lagi “tulang sulbi”.

  34. ^

    Disebut kembali “tulang koksiks”, “tulang vertebra koksigeal”, atau “tulang koksigeal”.

  35. ^

    Benak rusuk komplemen yang melekat pada tulang leher/servikal.

    Umumnya, total tulang rusuk adalah 12 pasang (24 buah) tulang rusuk yang melekat dan “keluar” berasal tulang pinggul. Namun dalam kasus khusus, terdapat beberapa invensi yang menunjukkan bahwa beberapa anak adam memiliki lebih terbit 24 ruas benak rusuk. Tulang rusuk tambahan ini muncul di atas tulang rusuk sejati terala dan melekat pada benak gala terbawah (C7), serta umumnya berjumlah 1 hingga 4 ruas. Tulang rusuk ini dikenal dengan istilah “tulang rusuk servikal” (costa cervicalis).


  36. ^

    Disebut lagi “tulang tulang rusuk”.

  37. ^

    Rangka jamaknya yakni
    costae.

  38. ^

    Rajah jamaknya adalah
    costae verae.

  39. ^

    Kerangka jamaknya adalah
    costae spuriae.

  40. ^

    Susuk jamaknya merupakan
    costae fluctuantes.

  41. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    membra inferiora.
  42. ^


    a




    b



    Makin tepatnya berjumlah sepasang, per sebuah di pundak kiri dan sebuah di pundak kanan.

  43. ^

    Bentuk jamaknya yaitu
    scapulae.

  44. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    claviculae.

  45. ^

    Dapat pun dieja ibarat
    ossa bracchii. Oleh karena
    brachium
    (genitivus:
    brachii) bisa berarti baik “lengan” secara keseluruhan ataupun “lengan atas” secara spesifik, istilah bahasa Latin lainnya lakukan “tulang lengan” adalah
    ossa brachii et antebrachii
    (bahasa Indonesia:
    “sumsum lengan atas dan bawah”), di mana
    antebrachium
    (genitivus:
    antebrachii) berguna “lengan asal”.
  46. ^


    a




    b




    c



    Kian tepatnya berjumlah sepasang, sendirisendiri sebuah di lengan kiri dan sebuah di lengan kanan.

  47. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    humeri. Boleh pula dieja
    umerus
    (absah:
    umeri).

  48. ^

    Tulangtulangan jamaknya yakni
    radii.

  49. ^

    Bagan jamaknya yakni
    ulnae.

  50. ^

    Lebih tepatnya berjumlah 8 pasang, masing-masing 8 buah di pergelangan tangan kidal dan 8 buah di pergelangan tangan kanan.

  51. ^

    Disebut juga “lemak tulang karpal”.

  52. ^

    Rencana jamaknya adalah
    ossa carpi. Istilah lainnya yakni
    os carpale
    (jamak:
    ossa carpalia).

  53. ^

    Lebih tepatnya berjumlah 5 pasang, masing-masing 5 buah di tangan kidal dan 5 buah di tangan kanan.

  54. ^

    Disebut juga “sumsum metakarpal”.

  55. ^

    Lembaga jamaknya merupakan
    ossa metacarpi. Istilah lainnya ialah
    os metacarpale
    (jamak:
    ossa metacarpalia).
  56. ^


    a




    b




    c




    d



    “Lemak tulang metakarpus”, “tulang metatarsus”, “tulang falang proksimal”, “tulang falang medial”, dan “tulang falang distal” menggunakan penomoran dengan ponten Arab atau Romawi, yang diurut dari suatu (1 atau I) hingga lima (5 atau V). Nomor I dimulai dari tulang terbesar (yang berbenda sreg posisi empu jari) sebatas tulang terkecil.
  57. ^


    a




    b



    Makin tepatnya berjumlah 14 pasang, per 14 buah pada terali kiri dan 14 buah pada kisi kanan.

  58. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    phalanges digitorum manus.
  59. ^


    a




    b



    Disebut juga “tulang navikular” (bahasa Latin:

    Os naviculare manus
    ).
  60. ^


    a




    b



    Disebut lagi “benak piramidal” (bahasa Latin:

    Os pyramidale
    ).
  61. ^


    a




    b



    Disebut juga “lemak tulang multangulum mayus” (bahasa Latin:

    Os multangulum maius

    atau
    os multangulum majus).
  62. ^


    a




    b



    Disebut juga “tulang multangulum tekor” (bahasa Latin:

    Os multangulum minus
    ).
  63. ^


    a




    b



    Disebut lagi “sumsum magnus” (bahasa Latin:

    Os magnum
    ).

  64. ^

    Rangka jamaknya adalah
    phalanges proximales.

  65. ^

    Tulang beragangan jamaknya adalah
    phalanges mediae.

  66. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    phalanges distales.

  67. ^

    Bentuk jamaknya adalah
    membra inferiora.

  68. ^

    Kian tepatnya berjumlah sekelamin, saban sebuah di gendong kiri dan sebuah di bawa kanan.

  69. ^

    Disebut kembali “benak inominata” atau “tulang pelvis”.

  70. ^

    Susuk jamaknya adalah
    ossa coxae. Istilah lainnya adalah
    os innominatum
    (normal:
    ossa innominata).

  71. ^

    Maka itu karena
    crus
    (genitivus:
    cruris) boleh berarti baik “tungkai” secara keseluruhan maupun “tungkai bawah” secara unik, istilah bahasa Latin lainnya untuk “tulang tungkai” yakni
    ossa femoris et cruris
    atau
    ossa feminis et cruris
    (bahasa Indonesia:
    “tulang tungkai atas dan bawah”), di mana
    femur
    (genitivus:
    femoris
    atau
    feminis) berjasa “tungkai atas” maupun “paha”.
  72. ^


    a




    b




    c




    d



    Lebih tepatnya berjumlah sejodoh, sendirisendiri sebuah di tungkai kiri dan sebuah di suku kanan.

  73. ^

    Rajah jamaknya adalah
    femora
    atau
    femina.

  74. ^

    Bagan jamaknya yaitu
    patellae.

  75. ^

    Bentuk jamaknya yaitu
    tibiae.

  76. ^

    Buram jamaknya ialah
    fibulae.

  77. ^

    Lebih tepatnya berjumlah 7 pasang, masing-masing 7 buah di pergelangan kaki kidal dan 7 buah di pergelangan kaki kanan.

  78. ^

    Buram jamaknya adalah
    ossa tarsi. Istilah lainnya yaitu
    os tarsale
    (biasa:
    ossa tarsalia).

  79. ^

    Lebih tepatnya berjumlah 5 pasang, masing-masing 5 buah di kaki kiri dan 5 buah di tungkai kanan.

  80. ^

    Kerangka jamaknya adalah
    ossa metatarsi. Istilah lainnya ialah
    os metatarsale
    (jamak:
    ossa metatarsalia).

  81. ^

    Bagan jamaknya adalah
    phalanges digitorum pedis.

  82. ^

    Kerangka jamaknya adalah
    ossa ilium.

  83. ^

    Rangka jamaknya merupakan
    ossa ischii.

  84. ^

    Bagan jamaknya adalah
    ossa pubis.
  85. ^


    a




    b



    Disebut juga “tulang kalkaneum” (bahasa Latin:

    os naviculare
    ). Istilah Latin lainnya adalah
    os calcis.
  86. ^


    a




    b



    Disebut juga “benak astragalus” (bahasa Latin:

    astragalus
    ). Istilah Latin lainnya yaitu
    os lawe.
  87. ^


    a




    b



    Disebut kembali “lemak tulang kuneiform ketiga” (bahasa Latin:

    os cuneiforme tertium
    ).
  88. ^


    a




    b



    Disebut juga “sumsum kuneiform kedua” (bahasa Latin:

    os cuneiforme secundum
    ).
  89. ^


    a




    b



    Disebut juga “benak kuneiform pertama” (bahasa Latin:

    os cuneiforme primum
    ).

Bacaan

[sunting
|
sunting perigi]


  1. ^



    Microsoft Word – C02 – Pembelajaran ilmu hayat manusia new.doc
    (DOC)
    , diakses tanggal
    16 September
    2018






    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  2. ^

    http://www.cs.rpi.edu/~kleine/anatomy/bones.html
  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    “Divisions of the Skeleton”. U.S. National Cancer Institute’s Surveillance, Epidemiology and End Results (SEER) Acara. Archived from the original on 14 January 2009. Diakses terlepas
    24 August
    2017
    .




  4. ^


    a




    b




    Jinkins, J. Randy (2000).
    Atlas of Neuroradiologic Embryology, Anatomy, and Variants. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 458. ISBN 0781716527. Diakses tanggal
    24 August
    2017
    .





  5. ^

    Entry “hyoid” Diarsipkan 2011-12-29 di Wayback Machine. in
    Merriam-Webster Online Dictionary Diarsipkan 2017-09-22 di Wayback Machine..

  6. ^


    Mitchell, Richard L. Drake, Wayne Vogl, Laki-laki W. M. (2005).
    Gray’s anatomy for students. Philadelphia, Pa.: Elsevier. hlm. 862. ISBN 978-0-8089-2306-0.





  7. ^


    Postacchini F; Massobrio M] (October 1983). “Idiopathic coccygodynia. Analysis of 51 operative cases and a radiographic study of the sahih coccyx“.
    The Journal of Bone and Joint Surgery. American Piutang
    (65(8)): 1116–1124.





  8. ^


    Kim NH, Suk KS (Juni 1999). “Clinical and radiological differences between traumatic and idiopathic coccygodynia“.
    Yonsei Medical Journal.
    40
    (3): 215–220.





  9. ^


    Saladin, Kenneth S. (2010).


    Anatomy and Physiology: The Unity of Form and Function, Fifth Edition

    . New York, NY: McGraw-Hill. hlm. 266. ISBN 978-0-07-352569-3.





  10. ^


    “The Thoracic Cage · Anatomy and Physiology” (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    10 March
    2018
    .





  11. ^


    Hyman, Libbie Henrietta (1992).
    Hyman’s Comparative Vertebrate Anatomy
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). University of Chicago Press. hlm. 230. ISBN 9780226870137. Diakses rontok
    10 March
    2018
    .





  12. ^


    Selim, Jocelyn. “Useless Body Parts”.




  13. ^

    the medical dictionary; the free dictionary.

  14. ^


    “Cervical Vertebrae”.
    Physiopedia
    (internal bahasa Inggris). Diakses rontok
    2020-04-25
    .





  15. ^


    Windsor, Robert E. (15 Agustus 2017). “Cervical Spine Anatomy: Overview, Gross Anatomy”.
    Anatomy.





  16. ^


    Roy, Shoummojit. “Vertebra prominens – Location, Functions and Pictures” (dalam bahasa Inggris). Diakses rontok
    2020-04-25
    .





  17. ^


    “The Thoracic Cage · Anatomy and Physiology” (n domestik bahasa Inggris). Diakses tanggal
    10 March
    2018
    .





  18. ^


    Hyman, Libbie Henrietta (1992).
    Hyman’s Comparative Vertebrate Anatomy
    (dalam bahasa Inggris). University of Chicago Press. hlm. 230. ISBN 9780226870137. Diakses sungkap
    10 March
    2018
    .





  19. ^


    “Scapula (Shoulder Blade) Anatomy, Muscles, Location, Function | EHealthStar”.
    www.ehealthstar.com
    . Diakses tanggal
    2016-03-17
    .





  20. ^


    Moore, Keith L.; Dalley, Arthur F. (1999).
    Clinically Oriented Anatomy
    (edisi ke-4th). Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 978-0-683-06141-3.




  21. ^


    a




    b




    Pearce, Evelyn Clare (Desember 2009), diterjemahkan oleh Handoyo, Sri Yuliani, “Anatomi Dan Ilmu faal Bikin Perawat”,
    Google Books
    (edisi ke-33), Jakarta: Gramedia Referensi Utama,
    Sumsum Pergelangan Tangan dan Tangan, hlm. 87, ISBN 978-979-22-5147-0, diakses copot
    20 September
    2018





  22. ^


    a




    b




    Nelistya, Anne (2009), “Mengenal Bagian Tubuh Kita”,
    Google Books
    (edisi ke-1), Jakarta: Pacu Minat Baca,
    Telapak Kaki, hlm. 20, ISBN 978-979-788-068-0, diakses sungkap
    19 September
    2018






  23. ^


    Bojsen-Møller, Finn; Simonsen, Erik B.; Tranum-Jensen, Jørgen (2001).
    Bevægeapparatets anatomi
    [Anatomy of the Locomotive Apparatus] (dalam bahasa Danish) (edisi ke-12th). hlm. 237–239. ISBN 978-87-628-0307-7.






Tulang Penyusun Gelang Panggul

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tulang_pada_rangka_manusia

Baca :   Cara Mengatasi Hp Mati Total Tidak Bisa Dicas Baterai Tanam

Check Also

Cara Mengobati Suami Yang Terkena Sihir

Cara Mengobati Suami Yang Terkena Sihir. Cara Mengobati Suami yang Terkena Sihir Pembenci alias Sihir …