Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Hikayat

Bola.com, Jakarta –
Hikayat
yaitu karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawan, orang-turunan kenamaan, orang bersih di sekitar istana dengan segala kesaktian, keganjilan, dan mukjizat penggerak utamanya.

Secara etimologis, istilah hikayat berasal bersumber bahasa Arab, yaitu ‘haka’, yang artinya mengobrolkan atau bercerita.

  • 40 Kata-Kata Nasihat Bijak tentang Menaruh Rasa Percaya
  • 40 Pembukaan-Alas kata Bijak Berkelas tentang Bersyukur, Penuh Makna
  • Makna Pembukaan UUD 1945 yang Terbiasa Dipahami

Sementara menurut Kamus Osean Bahasa Indonesia (KBBI), hikayat adalah karya sastra lama Jawi berbentuk prosa nan digdaya kisah, undang-undang, dan silsilah berkarakter rekaan, keyakinan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk penghiburan, pembangkit atma juang, alias cuma bikin meramaikan pesta.

Hikayat bisa dibilang miripcerita sejarah atau berbentuk memoar, yang di dalamnya banyak terletak keadaan-hal nan lain ikut akal busuk dan penuh keajaiban.

Biasanya
hikayat
berisi kisah tentang kesaktian, roh raja, kisah si baik dan si sadis, dan kisah-kisah khayalan lainnya.

Dalam hikayat kebanyakan kisahnya berakhir bahagia dan dimenangkan makanya tokoh nan baik sebagai pencetus utama atau pahlawan. Wajar hikayat biasanya akan dibacakan sebagai hiburan atau penghiburan, bahkan untuk menggiatkan jiwa juang seseorang.

Berikut ini ringkasan tentang ciri-ciri
hikayat, unsur, isi dan nilai-nilainya nan teradat diketahui, seperti dilansir berpokok laman
files1.simpkb.id, Kamis (23/9/2021).

Ciri-Ciri atau Karakteristik Hikayat

Hikayat merupakan episode dari prosa lama yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Memperalat bahasa Melayu lama.

2. Pralogis, merupakan ceritanya sesekali berat dikabulkan akal.

Baca :   Cara Mengobati Sengatan Lebah Yang Sudah Membengkak Dan Gatal

3. Kastil sentries, adalah kancing narasi berada di mileu puri.

4. Anonim, maksudnya adalah prosa tersebut tak jelas mungkin pengarangnya.

5. Statis, yaitu bersifat baku dan tetap.

6. Menunggangi kata arkhais, adalah kata-prolog yang waktu ini tidak stereotip digunakan, semisal kata: sebermula, hatta, dan syahdan.

Molekul-Unsur Intrinsik Hikayat

Unsur-unsur internal hikayat tidak jauh berbeda semenjak prosa-prosa lainnya. Hikayat dibangun oleh zarah intrinsik dan ekstrinsik.

Anasir intrinsik yaitu unsur pembangun cerita dari kerumahtanggaan. Sementara itu atom ekstrinsik yaitu unsur pembangun cerita berasal luar. Berikut ini unsur-zarah instrinsik dalam sebuah hikayat:

1. Tema, yaitu gagasan nan mendasari cerita.

2. Galur, merupakan rangkaian peristiwa n domestik kisahan.

– Alur beradab/verbatim/progresif → kejadian diceritakan secara urut mulai sejak awal sebatas akhir.

– Galur mundur/flashback/regresif → cerita dimulai berbunga akhir alias perdua (konflik) kemudian dicari sebab-sebabnya.

– Alur campuran/bertamadun mundur → menggunakan dua alur (novel/roman).

3. Latar, merupakan kancah, periode, dan suasana yang tergambar dalam cerita.

– arena → di mana situasi itu terjadi.

– waktu → kapan peristiwa itu terjadi.

– suasana→ bagaimana kejadian waktu peristiwa itu terjadi.

4. Tokoh, yaitu pemeran cerita. Pengisahan watak penggerak disebut penokohan.

  • Tokoh → nama tokoh/pelaku dalam hikayat (terserah motor antagonis, aditokoh, tritagonis)
  • Perwatakan → watak/sifat/karakteristik para biang kerok (secara awak maupun kerohanian)
  • Penggambaran watak → cara pengarang menggambarkan watak penggerak, ini dibedakan menjadi panca kaidah:

a. sambil

b. dialog biang kerok

c. tanggapan pengambil inisiatif lain

d. jalan pikiran tokoh

e. tingkah laku dan lingkungan tokoh

5. Amanat, yakni wanti-wanti yang disampaikan pengarang melalui narasi

Baca :   Cara Mengkonsumsi Buah Zuriat Untuk Promil

6. Kacamata pandang, yaitu pusat pengisahan dari mana suatu cerita dikisahkan oleh perawi

– orang mula-mula protagonis

– orang pertama tokoh dalih

– orang ketiga serba luang

– anak adam ketiga dedengkot penting

– orang ketiga n domestik kisahan/bak pengamat

7. Kecenderungan, berkaitan dengan bagaimana penulis menghidangkan cerita memperalat bahasa dan unsur-unsur keayuan lainnya.

– Satu kisahan tak terlepas dengan bahasa kias dan signifikansi, misalnya: metafora, personifikasi, hiperbola, inkonsistensi, sinestesia, sinekdok.

Isi dan Biji-Kredit Hikayat

Isi Hikayat

Memaklumi isi hikayat yaitu dengan pendirian menentukan mungkin tokohnya, barang apa nan dilakukan, bagaimana ia melakukan, dengan bisa jadi ia berbuat, di mana ia melakukan, apa hasil berasal yang dilakukan, dan sebagainya (5 W+1 H).

Nilai-Nilai Hikayat

Sebelum membahas nilai-nilai dalam hikayat, ketahui dulu perbedaan dengan amanat. Warta adalah pesan nan akan disampaikan pengarang lewat karyanya.

Sementara nilai-kredit adalah cak bimbingan perilaku atau nasib sesorang. Maka itu karena itu, nilai-nilai kebanyakan tampak pada karakter penggerak cerita tersebut. Berikut biji-nilai dalam hikayat yang wajib diketahui.

Nilai-skor Hikayat:

1. Poin Moral

Nilai moral dalah kredit yang berhubungan dengan baik buruknya sikap atau perbuatan tokoh dalam hikayat.

2. Nilai sosial

Ponten sosial merupakan skor yang berhubungan dengan kehidupan di dalam mahajana.

3. Nilai agama

Biji agam ialah nilai nan berhubungan dengan masalah keagamaan maupun wasilah manusia dengan Almalik.

4. Nilai Pendidikan

Kredit pendidikan yakni yang berhubungan dengan sikap dan manajemen kayun seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan.

5. Nilai Budaya

Nilai Budaya merupakan nilai yang berbimbing dengan adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah yang mendasari suatu cerita.

Baca :   Tanaman Endemis Yang Terdapat Di Kalimantan Adalah

Sendang:
simpkb.id

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Hikayat

Source: https://www.bola.com/ragam/read/4665772/pengertian-hikayat-ciri-ciri-unsur-isi-dan-nilai-nilainya

Check Also

Cara Mengobati Suami Yang Terkena Sihir

Cara Mengobati Suami Yang Terkena Sihir. Cara Mengobati Suami yang Terkena Sihir Pembenci alias Sihir …